LAPORAN
AKHIR PERORANGAN
MAHASISWA
KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIB PERIODE 85
DI
DESA BAYUMAS BARU
KECAMATAN
KERKAP
KABUPATEN
BENGKULU UTARA
|
JUDUL KEGIATAN
Sosialisasi Tanaman
Obat Keluarga (TOGA)
|
OLEH
:
NAMA : Febri Delise
NPM : F1B015024
PRODI : Kimia
FAKULTAS : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
KELOMPOK : 201
LEMBAGA
PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
PENGELOLA
DAN PENGEMBANGAN KULIAH KERJA NYATA
UNIVERSITAS
BENGKULU
2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan yang Maha
Kuasa, karena berkat rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyusun dan
menyelesaikan laporan akhirKuliah Kerja Nyata (KKN.
Laporan ini merupakan pertanggungjawaban penulis
selama melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Keberhasilan pelaksanaan
program Kuliah Kerja Nyata dan penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
- Bapak Dr. Ridwan Nurazi,S.E.M.Sc. selaku Rektor Universitas Bengkulu,
2.
Tim Pelaksana Kuliah
Kerja Nyata (KKN) Universitas
Bengkulu Periode 85 tahun 2018,
3.
Ibu
Nafri Yanti.M.Pd. selaku Dosen Pembimbing
Lapangan,
4.
Bapak
Purawanto Kepala Desa Bayumas baru dan perangkatnya,
5.
Seluruh
masyarakat Desa Bayumas Baru Kecamatan Kerkap Kabupaten
Bengkulu Utara
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini
masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik dari semua pihak
sangat penulis harapkan guna penyempurnaan dan perbaikan laporan ini dimasa
yang akan datang. Akhirnya semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita
semua.
|
|
Bengkulu, 27 juli 2018
Febri Delise
|
DAFTAR ISI
Hal
HALAMAN
JUDUL................................................................................................
i
HALAMAN
PENGESAHAN ............................................................................... ii
KATA
PENGANTAR...........................................................................................
iii
DAFTAR
ISI .......................................................................................................... iv
DAFTAR
GAMBAR.............................................................................................
vi
I. Judul Kegiatan ....................................................................................................... 1
II. Pendahuluan..........................................................................................................
1
III. Metode Pelaksanaan............................................................................................
2
IV. Hasil Yang Dicapai dan
Pembahasan..................................................................
3
V. Pentup...................................................................................................................
4
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................
5
LAMPIRAN..............................................................................................................
6
I.
JUDUL
KEGIATAN
Sosialisasi
Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
II.
PENDAHULUAN
Tanaman
Obat Keluarga (TOGA) adalah tanaman hasil budi daya rumahan yang berkhasiat
sebagai obat. Obat adalah suatu bahan atau penduan bahan-bahan yang dimaksud
untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mengurangi, menghilangkan,
menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau badaniah dan rohaniah
pada hewan atau manusia. Obat dapat bersifat sebagai obat jika sesuai dengan dosis dan waktu yang
tepat. Obat juga dapat bersifat sebagai racun bila di konsumsi dengan dosis
yang berlebihan. Hal ini dapat menyebabkan pemberian obat kurang dapat
menyembuhkan karna salah satu penggunaan dan dosis yang tidak tepat.
Dengan
perkembangan teknologi, semakin banyak tanaman obat tradisional yang telah bisa
di buktikan khasiatnya dengan secara laboratoium dan di jamin aman untuk di
konsumsi dan bisa menyembuhkan penyakit tanpa efek samping.
Banyak
masyarakat yang belum paham akan pemamfaatan tanaman obat keluarga. Masyarakat
sering salah dalam menentukan bahan baku dalam pembuatan obat tradisional dan
tidak mengerti cara untuk mengolah bahan tersebut. Ini dapat menyebabkan efek
samping yang berbeda bagi tiap orang jika dosis yang diberikan secara
berlebihan.
Desa
Banyumas Baru memiliki potensi penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) tapi
belum maksimal, ini dapat di lihat di sepanjang pinggur jalan, pekarangan rumah
dan belakang rumah warga di tanami dengan tanaman obat keluarga (TOGA) dan
sayur-sayuran seadanya. Hal ini juga dikarnakan kurangnya pemahaman dan
pengetahuan masyarakat terhadap tanaman obat keluarga (TOGA). Sehingga di
butuhkan Sosialisasi mengenai Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada Masyarakat
Desa Banyumas Baru untuk menambah wawasan tentang banyaknya tanaman obat
keluarga (TOGA) yang berkhasiat sebagai obat, cara pengolahannya, dan bagian
yang di olah menjadi obat tradisonal.
III.
METODE
PELAKSANAAN
Adapun
metode atau tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan kegiatan tersebut adalah
:
1. Analisis Masalah
Bertujuan
guna mengetahui problem yang ada di masyarakat, yaitu kurangnya pengetahuan
tentang tanaman obat keluarga (TOGA) padahal memiliki tanah pekarangan rumah
yang sangat subur.
2. Studi Pustaka
Menggali
kebutuhan terhadap beberapa literature diantaranya adalah melalui buku, jurnal,
dan internet.
3. Kordinasi
dengan instansi kesehatan setempat
Untuk menggali
informasi tanaman-tanaman obat keluarga (TOGA) apa yang pas buat di
sosialisasikan dengan masyarakat.
4.
Sosialisasi
Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
5.
Pembuatan
Laporan.
Tabel
Rincian Tahap Pelaksanaan Program Kerja
|
No
|
Topik
Diskusi
|
Alokasi
Kegiatan
|
|||||||
|
Juni
|
Juli
|
||||||||
|
1
|
Analisis Masalah
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Studi Literatur
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
3
|
Kordinasi dengan instansi kesehatan setempat
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
4
|
Sosialisasi Tanaman Obat (TOGA)
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
5
|
Pembuatan Laporan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
IV.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil yang
dicapai dari Sosialisasi Tanaman Obat Kelyarga (TOGA) adalah Masyarakat Desa
Banyumas Baru mengetahui beragam tanaman-tanaman obat keluarga (TOGA),
khasiatnya, cara pengolahannya dan bagian tanaman yang di olah.
a.
Faktor
Pendukung
1.
Adanya
antusias dari Masyarakat Desa banyumas Baru untuk menambah wawasan tentang
Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
2.
Banyaknya
lahan perkarangan rumah warga untuk penanaman TOGA
3.
Dukungan
dari Pemerintahan Desa dengan meminjamkan properties seperti infokos dan Kantor
Desa.
4.
Bantuan
dari kawan-kawan KKN UNIB Periode 85 Kelompok 201
b.
Faktor
Penghambat
1.
Sulit
mencari jadwal untuk Sosialisasi TOGA karna kesibukan masing-masing warga.
2.
Pendanaan
untuk kegiatan..
Rekapitulasi Dana
1. Kulit Lumpia : Rp. 18.000.,00
2. Coklat : Rp.
14.000.,00
3. Tepung Ketan : Rp. 18.000.,00
4. Air mineral
gelasan : Rp. 20.000.,00
5. Fotocopy
Undangan : Rp.10.000.,00
6. Pisang : Rp.
7.000.,00
7. Gula Merah : Rp. 30.000.,00
TOTAL :
RP. 117.000.,00
(Seratus
Tujuh Belas Ribu Rupiah)
V.
PENUTUP
1.
KESIMPULAN
Tanaman
Obat Keluarga (TOGA) dapat berkhasiat sebagai obat tradisional yang dapat
mengobati dan mencegah berbagai penyakit dengan pengolahan dan dosis yang
tepat.
2.
SARAN
Setelah adanya Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) diharapkan kedepannya
ada penanam TOGA yang didukung oleh Pemerintahan Desa dan Instansi lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
www.HerbalisNusantara.com diakses 1 juni
2018
Muhlisan. F. 2011. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) . Penebar
Surabaya
LAMPIRAN FOTO KEGIATAN
1.
Sosialisasi
Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
2. Peserta
Sosialisasi Tanaman Obat (TOGA)
3. Foto Bersama
Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
No comments:
Post a Comment